TEKNOLOGI PERBANKAN

Posted on Agustus 1, 2011

0


TEKNOLOGI PERBANKAN

Demi efisiensi, bank berbelanja

 

Demi efisiensi, bank berbelanja teknologi

JAKARTA. Perbankan memodernisasi sistem teknologi informasi (TI) mereka. Bank rela membenamkan uang jutaan dollar Amerika Serikat (AS) demi meningkatkan kemudahan dan kenyamanan nasabah mereka bertransaksi. Para bankir berharap, investasi ini berdampak baik ke pertumbuhan bisnis.

Bank Muamalat misalnya, menyiapkan investasi hingga US$ 8 juta untuk mengaplikasikan Oracle Flexcube, solusi TI buatan Oracle Financial Service Software. Sistem baru ini akan selesai tahun depan dan mulai diimplementasikan secara penuh pada 2015.

Arviyan Arifin, Presiden Direktur Bank Muamalat mengatakan, teknologi ini membuat pelayanan bank lebih efisien. Imbasnya, kepercayaan dan loyalitas nasabah meningkat.

Bank syariah paling senior di Indonesia ini mengincar aset senilai Rp 70 triliun pada 2015 mendatang. Akhir Juni lalu, aset mencapai 25 triliun atau sudah memenuhi 83% dari target 2011 sebesar Rp 30 triliun. “Lewat layanan baru ini, kami menargetkan pertumbuhan aset bisa mencapai 15% setiap tahun,” kata Arviyan, Kamis (28/7).

Oracle Flexcube merupakan sistem TI khusus bank syariah. Jamil Hasan, Principal Consultant Islamic Banking Oracle, menjelaskan aplikasi ini mengintegrasikan semua kegiatan. Bank bisa menangani seluruh kepentingan nasabah hanya dengan satu sistem. Oracle mengklaim, Oracle Flexcube telah digunakan sejumlah bank syariah di Malaysia dan kawasan Uni Emirat Arab.

Agak berbeda dengan Bank Muamalat, Bank OCBC NISP juga membenahi sistem TI untuk mobile banking. Manajemen mengklaim, layanan ini memiliki tingkat keamanan tinggi.

Nantinya, sebelum masuk pada transaksi, ada tiga langkah yang harus dilewati nasabah. Pertama, memasukkan identitas pengguna. Kedua, memasukkan password yang selalu berubah-ubah setiap kali transaksi dan ketiga penerapan dynamic token.

Bank lain biasanya hanya menggunakan dynamic token dengan nomor berubah-ubah. “Kami yakin, nasabah lebih nyaman bertransaksi,” klaim Rudy N Hamdani, Direktur Konsumer OCBC NISP.

Hingga Juni lalu, total nasabah OCBC NISP mencapai 1,5 juta. “Akhir tahun ini kami menargetkan penggunanya sekitar 30.000 dengan transaksi mencapai 150.000 kali,” terangnya.

Rudy mengatakan, layanan mobile banking meningkatkan efisiensi bank. Penggunaan sistem ini mengurangi biaya operasional. “Saat ini SDM teller kami 13.000 karyawan. Dengan penggunaan ATM, internet banking dan mobile banking kami bisa mengurangi teller hingga 1.500-2.000 orang sehingga efisiensi meningkat,” pungkasnya.

 sumber:
Iklan
Ditandai:
Posted in: Teknologi